Skip to content
Mei 17, 2011 / andriyunantoro

Apakah Hepatitis B Dapat Menular Melalui Air Liur?

Jawaban Terbaik – Dipilih oleh Suara Terbanyak
Salah satu penyakit hepatitis yang mudah dalam penularannya dan berakbat buruk adalah Penyakit akibat Virus Hepatitis B.
Karena salah satu media penularannya adalah melalui air liur.

Meskipun tidak semua yang tertular penyakit ini akan berakibat penyakit kronik, karena menurut penelitian hanya 20 % dari yang tertular virus ini akan menjadi kronik selebihnya akan kebal secara alami.

Dalam perkembangan tehnologi kedokteran mereka yang kronik karena virus hepatitis B ini, virusnya dapat di non-aktifkan dengan pemberian obat anti viral 3-TC.
(Lamivudine)

Dan langkah terakhir untuk penyelamat hidup adalah transplantasi Liver seperti yang dialami oleh CEO Jawa Pos
Bpk Dahlan Iskan.

PENCEGAHAN YANG PALING MURAH ADALAH PEMBERIAN VAKSIN HEPATITIS B YANG SUDAH TERSEDIA DIMANA2. (di Laboratorium, ditempat praktek dokter)

Jawaban Lain
Hepatitis B (dan juga hepatitis C) adalah penyakit menular yang begitu serius. Virus hepatitis B (HBV) menyerang hati manusia dan dapat menyebabkan infeksi jangka panjang, sirosis hati, kanker hati, gagal hati, dan akhirnya kematian.
Seperti juga jenis hepatitis yang lain, virus hepatitis B dapat menyerang segala umur. Bahkan jika Anda manusia dewasa yang sangat fit dan memiliki pola hidup sehat.
Hepatitis B menular melalui kontak dengan cairan tubuh seperti darah air mani, cairan vagina, air liur yang terinfeksi virus hepatitis B. Penularan dapat melalui jarum suntik atau pisau yang terkontaminasi, transfusi darah dan gigitan manusia. Dapat juga melalui hubungan seks dengan orang yang terinfeksi. Namun, Hepatitis B tidak menular melalui air, menggunakan peralatan rumah tangga/makan bersama, uap nafas, berpelukan, berciuman, batuk, bersin atau sentuhan fisik dengan penderitanya.
Yang merupakan risiko tertular hepatitis B adalah:
– Pecandu narkotika
– Orang yang mempunyai banyak pasangan seksual.
– Pemakai narkoba, terutama yang dimasukkan ke tubuh melalui jarum suntik
– Kaum homoseksual
– Kerap berinteraksi dengan Darah manusia
– Penderita hemophilia
– Melakukan perjalanan ke daerah epidemic (Indonesia salah satunya).

Gejala dari hepatitis B mirip hepatitis A. sangat mirip dengan gejala flu, yaitu hilangnya nafsu makan, mual, muntah, rasa lelah, mata kuning dan muntah serta demam
Pengobatan terhadap penderita hepatitis B dengan pemberian interferon alfa-2b dan lamivudine, serta imunoglobulin yang mengandung antibodi terhadap hepatitis-B yang diberikan 14 hari setelah paparan.
Untungnya, hampir semua penderitanya sembuh. Hanya 2 persen hingga 6 persen orang yang terkena penyakit ini mengalami kerusakan hati serius.
Sedangkan hepatitis C ditularkan melalui kontak seksual, penggunaan obat-obatan dengan jarum, bahkan pemakaian bersama pisau cukur atau sikat gigi dengan orang yang telah terinfeksi. Para pakar yakin, kemungkinan ada faktor risiko lain yang memerlukan studi lebih lanjut, seperti penggunaan tato atau menusuk tubuh dalam lingkungan yang tidak bersih. CDC (Center Diseases Control and Preventation-USA) mengatakan bahwa penerima transfusi darah sebelum tahun 1992 – ketika persediaan darah Amerika Serikat secara nasional dimusnahkan karena darah tersebut ternoda – juga mempunyai risiko terjangkit penyakit ini.

Jawaban Lain
bisa banget!
penularan hepatitis sangat mudah. mirip influensa. makanya klo qta berada di dekat orang yg terinfeksi virus ini harus mempunyai kondisi badan yg fit agar tidak mudah tertular. sangat sangat mudah menular lho,,, hati2,,, dan sebaiknya jika sudah mengetahui penyakit ini lebih dini, segeralah berobat agar tidak terlambat, karna klo terlambat ukuran hati dapat mengecil,mengerut, hingga hati tdk dpt berfungsi lagi….
smoga bermanfaat,,,,
materi referensi:
pengalaman

Jawaban Lain
Penyakit Hepatitis B adalah masalah kesehatan global. Ada 2 miliar orang di dunia yang diperkirakan terinfeksi Virus Hepatitis B (VHB). Menurut data WHO, saat ini sudah lebih dari 400 juta manusia di seluruh dunia menderita Hepatitis B kronis yang berisiko berkembang menjadi sirosis dan kanker hati.
Sekurangnya ada 1 juta orang meninggal setiap tahun akibat penyakit ini. Data ini menempatkan Hepatitis B sebagai penyebab kematian nomor sembilan di dunia. Sebanyak 75% dari pembawa virus hepatitis B berada di Asia Pasific.
”Hepaptitis B adalah penyakit infeksi pada hati (hepar/liver) yang berpotensi fatal yang disebabkan oleh virus Hepatitis B (VHB) dan merupakan salah satu penyakit yang sering ditemui dan menular. Penularannya sangat cepat. VHB 100 kali lebih cepat dari HIV/AIDS,” penyakit hepatitis terdiri dari hepatitis akut, yaitu hepatitis dengan jangka pendek, biasanya kurang dari 6 bulan dan mampu direspons dengan baik oleh sistem kekebalan tubuh. Hepatitis kronik adalah Hepatitis B jangka panjang yang tidak dapat diatasi oleh sistem kekebalan tubuh.
Di Asia Pasific, kebanyakan orang terinfeksi virus Hepatitis B pada saat lahir atau pada saat masa kanak-kanak. Sebanyak sembilan dari sepuluh orang yang terinfeksi tersebut akan bertahan sampai dewasa.
Di tempat lainnya, virus Hepatitis B biasanya menginfeksi orang dewasa melalui kontak seksual atau melalui darah yang telah terinfeksi. Penularan virus Hepatitis B adalah lewat transfusi atau tranplantasi, pasangan seksual berganti-ganti, pekerja kesehatan, tahanan dan penghuni asrama, pengguna jarum suntik narkoba, atau bayi dari ibu yang membawa virus hepatitis B.

Kelelahan
Kebanyakan pasien Hepatitis B kronis tidak memiliki gejala khusus tapi sebagai patokan, tanda-tanda terinfeksi virus Hepatitis B (VHB) jangka pendek (Hepatitis B Akut) adalah kelelahan dan sindroma ”flu like”, nafsu makan turun, panas, pusing, mual, muntah, sakit perut, diare, kulit dan mata, kuku dan seluruh tubuh berwarna kuning, kencing berwarna cokelat tua, tinja berwarna pucat. Sedangkan terinfeksi hepatitis B jangka panjang (Hepatitis B Kronis) adalah sama dengan yang akut disertai sakit otot dan persendian, dan lemas. Tahapannya adalah fibrosis, yaitu penumpukan serta akumulasi dari jaringan hati yang rusak.
Pada tahap sirosis, yaitu kerusakan lanjut dari jaringan hati yang ditandai dengan permukaan hati yang berbenjol-benjol dan terbentuk jaringan ikat. Pada akhirnya tahap kanker hati. Jangka waktu perjalanan penyakit adalah dari 30-50 tahun.
”Pada tahap sirosis, aliran darah terbendung, sehingga kembali kesaluran darah pencernaan atau ke rongga perut yang mengakibatkan pembuluh pecah, muntah darah dan tinja hitam sehingga dapat mematikan,” di Indonesia terutama daerah Indonesia timur adalah daerah yang paling tinggi penyebaran penyakit Hepatitis B. Ia menyebut daerah Kupang (25,61%), Mataram (20,61%), Palu (12,24) dan Manado. ”Hal ini disebabkan fasilitas kesehatan yang kurang di daerah Indonesia timur. Ada 5-10 orang dari 100 orang Indonesia mengidap Hepatitis B,” jelas Penasehat Perhimpunan Peneliti HAtri Indonesia (PPHI) ini.
Indonesia menempati urutan ketiga yaitu 12 juta setelah Cina (120 juta), India (48 juta) dalam jumlah penderita Hepatitis B terbesar di Asia Pasifik. Seperti gunung es, data ini adalah hanya 30% dari pengidap keseluruhan.

Pencegahan
Penularan Hepatitis B sangat mudah yaitu melalui cairan tubuh seseorang yang terinfeksi seperti air mani, ludah dan cairan tubuh lainnya. Mereka yang beresiko adalah bayi yang baru lahir, hubungan seksual tidak aman, penggunaan pisau, jarum suntik, tindik, tato, sikat gigi, juga minum dari gelas yang sama seccara bergantian.
Virus Hepatitis B dapat bertahan hingga beberapa minggu di luar tubuh manusia. Pencegahannya adalah dengan menjalani hidup sehat dan menghindari penularan serta melakukan vaksinasi/imunisasi secara lengkap yaitu 3 kali suntik dalam rentang waktu berbeda.
Pengobatan Hepatitis B menggunakan interveron (perinjeksi) dan lamivudine (oral). Saat ini digunakan Adefovir Dipivoxil (Hepsera) sebagai anti virus oral baru yang menekan replikasi virus pada saat mengalami mutasi. Seperti halnya Lamivudine (3TC-HBV), Hepsera memberikan manfaat pada perbaikan jaringan hati.
”Tindakan terbaik adalah deteksi segera, vaksinasi segera dan obati segera. Minum temulawak bukanlah mematikan virus, tapi hanya melemahkannya.”
Pengobatan dengan jalan mematikan VHB sangat tergantung pada waktu yang tepat. Anti virus harus diberikan pada saat pengidap sedang kambuh. Pada saat virus sedang aktif itulah antivirus diberikan secara terus menerus. ”Jangan terlambat atau jangan terlalu cepat. Jika tidak sedang kambuh, maka obat tidak akan efektif dan justru akan menyebabkan virus bersembunyi. Temulawak akan menyebabkan virus bersembunyi,”
materi referensi:
http://www.sinarharapan.co.id

Jawaban Lain
hepatitis terbagi atas A,B,C,D,E,F,G…
hepatitis A itu melalui fecal oral… berarti lewat makanan yang hygiene kurang bersih..
hepatitis B medianya melalui cairan tubuh…baik melalui air liur, cairan darah, sperma, atau cairan vagina….
hepatitis C juga melalui cairan tubuh..biasanya melalui jarum suntik secara intravena..
hepatitis D biasanya didahului oleh hepatitis B…
hepatitis E,F,G…biasanya jarang terjadi…

sumber
http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20080416192056AAKrNZ9

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: