Skip to content
Mei 18, 2011 / andriyunantoro

Sarana Penularan Hepatitis

Hepatitis adalah proses peradangan pada hati yang disebabkan pada oleh berbagai macam infeksi seperti virus, bahan kimia, obat-obatan dan alkohol.

Hepatitis tidak dapat dianggap remeh sebab Hepatitis B dan C bisa berkembang menjadi sirosis (pengerasan hati), kanker hati dan komplikasi lainnya yang dapat menyebabkan kematian.

Jenis yang paling umum diderita adalah hepatitis A dan B. Ada beberapa jenis hepatitis mulai dari Hepatitis A, hepatitis B, C, D, E, F dan G. Masing-masing punya ciri namun rata-rata gejalanya sama. Umumnya bisa menjurus ke kondisi sirosis dan kanker hati jika tidak ditangani secara tuntas. Apalagi pada para carrier (pembawa virus tanpa menunjukkan gejala sakit). Namun peluang untuk sembuh bagi penderita penyakit ini masih terbuka, apalagi cangkok hatipun mulai dimungkinkan.

Biasanya gejala baru muncul beberapa minggu atau bulan setelah kemasukan virus. Pada hepatitis akut, gejalanya memang jelas. Tapi pada hepatitis kronis gejalanya sangat samar dan baru muncul jelas setelah organ hati dalam keadaan cukup parah.

Gejala orang terkena penyakit hepatitis mirip dengan gejala flu seperti badan terasa lemas dan letih, perut kembung, kurang nafsu makan karena mual, kadang kala sampai muntah. Ciri umum yang paling mudah dikenali adalah bola mata putihnya menjadi kekuningan dan air seninya kemerahan serta kulit bersemu kekuningan.

Penularannya bisa melalui bermacam-macam media atau cara seperti:

* Jarum suntik yang tidak sekali pakai
* Pisau cukur
* Jarum tato
* Jarum tusuk kuping
* Sikat gigi
* Jarum bor gigi
* Barang yang tercemar virus hepatitis B (VHB) sesudah digunakan pada para carrier positif atau penderita hepatitis B
* Akibat berhubungan seksual atau berciuman dengan penderita dan akibat transfusi darah yang terkontaminasi VHB.

Cara penularan yang terakhir ini memasukan para penderita kelainan darah seperti hemofilia (kadar protein faktor VIII atau zat pembeku dalam darah sangat rendah), thalasemia, leukimia atau melakukan dialisis ginjal ke dalam kelompok rawan atau berisiko tinggi terkena penyakit hepatitis B. Sebab mereka sering berurusan dengan transfusi darah.

Adapun kelompok orang yang rawan terinfeksi VHB yaitu mereka yang bekerja di laboratorium atau ruang darurat rumah sakit dan kamar mayat. VHB tidak menular melalui singgungan kulit, namun kalau ada luka terbuka di kulit lalu terkontaminasi darah yang mengandung VHB, penularan bisa terjadi.

Semoga dengan membaca artikel ini kita semua dapat lebih mewaspadai dan menjaga kesehatan agar kita terhindar dari hepatitis atau paling tidak meminimalisir resiko. Dan bagi penderita jangan berkecil hati sebab kesempatan untuk sembuh total masih terbuka.

Sumber:

Buku Intisari Kumpulan Artikel Kesehatan 3
http://www.wikimu.com/News/DisplayNews.aspx?id=15064

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: